Senin, 07 Mei 2018

Cahayaku yang mulai redup mengikuti malam yang sepi nan gelap.

Malam yang gelap gulita kutuliskan sebuah kisah. Malam ini lampu padam namun ada rembulan dan bintang yang menerangi malam,  tapi tetap saja itu tidak mempu membuatnya bersinar terang seperti pagi hari.  Begitu juga hatiku,  di malam yang senduh dan gelap gulita, hati ini pun mengikuti gelapnya malam ini tidak ada cahaya yang meneranginya,  cahaya yang membuatnya hidup lagi.  Seperti malam ini hatiku pun sama membutuhkan cahaya. Saat malam hari cahaya rembulan, bintang dan lampu lah yang menerangi dan menghiasi malam itu, namun saat salah satu di antara mereka ada yang hilang maka tidak lah lengkap malam itu.  Begitu juga hatiku, cahaya yang kubawa bersamaku untuk berjuang kini mulai redup tertindih rasa rindu dan sedih. Hatiku menangis seperti bagaikan teriris dan tersayat pisau berulang kali.  Aku merindukan cahaya itu, aku butuh cahaya itu untuk membantuku bangkit kembali. Cahaya yang sangat berharga bagiku,  cahaya yang mengantarkanku untuk melangkah lebih jauh.  Sungguh hatiku sedih dan gelap gulita seperti malam ini. Walau cahaya itu mulai meredup di dalan hatiku aku selalu ingin membuatnya bersinar terang  lagi,  tapi aku butuh sumber cahaya itu tampa sumber cahaya itu aku tidak akan pernah bisa membuat cahaya di hatiku bersinar terang lagi.  Sama seperti malam ini tampa lampu, rembulan dan bintang,  malam ini terasa hampa.
#my familly#



Tidak ada komentar:

Posting Komentar