Waktu terus saja berjalan bahkan tanpa ku sadari aku sudah berada lama di sini begitu banyak ilmu yang ku dapatkan . Akan tetapi aku masih belum menemukan apa yang sebenarnya aku cari. Hari demi hari yg kulalui hanya sekedar barlalu tanpa kesan apa pun yang aku dapatkan. Hidup ini kujalani dan kulalui saja mengikuti langkah kakiku. Kemana dia melangkah maka ke situlah tempat yang aku tuju. Tapi di dalam hatiku aku selalu bertanya kemana sebenarnya tujuan ku ini. Suatu hari langkah kakiku tiba-tiba berhenti di suatu tempat yang di mana saat aku berada di situ tiba-tiba air mataku jatuh dengan sendiri tanpa aku sadari. Air mata itu terus saja berjatuhan membasahi pipiku. Aku teringat akan sebuah perkataan yang sebelumnya sudah pernah ku dengar. Kata-kata itu terus saja menggema di telingaku sehingga membuat air mata ini tiada henti hentinya jatuh. Dan wajahnya terus saja ada di hadapanku. Yea mereka orang yang sangat aku kagumi. Keiklasannya katekunannya dalam menghadapi kami dan membesarkan kami tanpa ada rasa capek dan lelah yang pernah aku dengar dari bibirnya yang manis. Wajah kedua orang itu sangatlah aku kenali. Dan saat melepas kepergianku untuk pergi menuntut ilmu berpisah dengan mereka. Kumelihat ada air mata yang jatuh dan ada rasa berat hati untuk melepaskan kepergianku. Lagi-lagi aku termenung apa yang telah aku berikan untuknya, telah begitu banyak perngorbanan yang di lakukannya hanya untuk membuatku tersenyum. Dan dalam diamku bertanya pada diriku sendiri apa kah aku bisa membalas kebaikan mereka terhadapku. Air mata ini terus saja berjatuhan tiada hentinya. Ku berusaha untuk menenangkan diri agar aku mampu untuk bangkit lagi dan pergi dari tempat itu. Kulangkahkan kaki keluar dari tempat itu walau terasa berat. Agar aku jangan larut dalam kesedihan yang mereka sendiri tidak ingin melihatku sedih. Kutanamkan dalam hati dan fikiranku agar aku bangkit untuk membuat mereka tersenyum padaku di suatu saat nanti. Senyuman yang sangat aku rindukan.
Minggu, 18 Maret 2018
Sabtu, 03 Maret 2018
Penyesalan
Aku bagaikan sebutir debuh yang bila di tiup oleh angin akan hilang dan habis. begitu juga diri ini hanyalah hamba yang penuh dengan dosa. Hari-hari ku tidak lah begitu menyenangkan, hari-hari yang kulalui begitu saja tanpa mendapatkan apa-apa. Aku tau aku orang yang naif begitu banyak keinginanku tapi aku takut untuk melakukannya karena aku takut kata gagal. Kata itu bagaikan tamparan yg sangat pedas buatku sehingga membuatku takut untuk keluar dari zona amanku. Cita-cita dan keinginanku banyak akan tetapi aku takut melakukan semua itu. Walau aku berusaha untuk mengubahnya tapi aku merasa kesulitan. Dan aku selalu berkata terlambat pada diriku sendiri untuk berubah. Tapi dorongan dari orang-orang yang sayang kepadaku tidak ada putus-putusnya memberikan dorongan yang kuat agar aku dapat melakukannya. Penyesalan yang kurasakan saat ini sangatlah pedih karena telah menyia-nyiakan hidupku begitu saja tanpa melakukan apapun. Dan sekarang walau dengan penyesalan yang kurasakan aku berusaha untuk bangkit walau terkadang aku takut akan gagal lagi, tapi aku berusaha untuk mencoba keluar dari zona amanku. Temanku pernah berkata hidup ini indah maka lakukanlah hal-hal yang bermanfaat untuk orang banyak. Dengan kata-kata itu aku belajar untuk bangkit walaupun aku merasa seperti ada beban yang sangat berat untuk membuatku bangkit. Tetap semangat buktikan bahwa sebutir debuh pun walau hilang di tuip angin dia akan ada lagi dan lagi.. bangkit dan terus bangkit.
Aku bagaikan sebutir debuh yang bila di tiup oleh angin akan hilang dan habis. begitu juga diri ini hanyalah hamba yang penuh dengan dosa. Hari-hari ku tidak lah begitu menyenangkan, hari-hari yang kulalui begitu saja tanpa mendapatkan apa-apa. Aku tau aku orang yang naif begitu banyak keinginanku tapi aku takut untuk melakukannya karena aku takut kata gagal. Kata itu bagaikan tamparan yg sangat pedas buatku sehingga membuatku takut untuk keluar dari zona amanku. Cita-cita dan keinginanku banyak akan tetapi aku takut melakukan semua itu. Walau aku berusaha untuk mengubahnya tapi aku merasa kesulitan. Dan aku selalu berkata terlambat pada diriku sendiri untuk berubah. Tapi dorongan dari orang-orang yang sayang kepadaku tidak ada putus-putusnya memberikan dorongan yang kuat agar aku dapat melakukannya. Penyesalan yang kurasakan saat ini sangatlah pedih karena telah menyia-nyiakan hidupku begitu saja tanpa melakukan apapun. Dan sekarang walau dengan penyesalan yang kurasakan aku berusaha untuk bangkit walau terkadang aku takut akan gagal lagi, tapi aku berusaha untuk mencoba keluar dari zona amanku. Temanku pernah berkata hidup ini indah maka lakukanlah hal-hal yang bermanfaat untuk orang banyak. Dengan kata-kata itu aku belajar untuk bangkit walaupun aku merasa seperti ada beban yang sangat berat untuk membuatku bangkit. Tetap semangat buktikan bahwa sebutir debuh pun walau hilang di tuip angin dia akan ada lagi dan lagi.. bangkit dan terus bangkit.
Langganan:
Postingan (Atom)